Khamis, 30 Mei 2013

PENGUMUMAN HARI INI

ANALISIS KONTEK


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Analisis kontek merupakan kegiatan menganalisa tentang Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Kondisi Satuan Lingkungan terhadap kurikulum yang telah dilaksanakan. Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan kurikulum SMA Negeri 1 Pringgabaya  sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan Penilaian Pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk memenuhi :
1. Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
2. Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
3. Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

B.     DASAR HUKUM
1.         Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 58, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
2.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
3.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
4.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan;
5.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
6.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
7.         Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
8.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
9.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana;
10.     Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
11.     Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional NOMOR : 12/C/KEP/TU/2008.




C.    TUJUAN
1.         Analisis konteks ini bertujuan untuk menganalisa Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2012/2013.
Hasil analisis kontek ini digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan penyempurnaan kurikulum tingkat satuan pendidikan, yang akan menjadi acuan bagi satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya












BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Analisis kontek merupakan kegiatan menganalisa tentang Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Kondisi Satuan Lingkungan terhadap kurikulum yang telah dilaksanakan. Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan kurikulum SMA Negeri 1 Pringgabaya  sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan Penilaian Pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk memenuhi :
1. Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
2. Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
3. Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

B.     DASAR HUKUM
1.       Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 58, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
2.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
3.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
4.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi    
              Lulusan;
5.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
6.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
7.       Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
8.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
9.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana;
10.   Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
11.   Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional NOMOR : 12/C/KEP/TU/2008.




C.    TUJUAN
1.      Analisis konteks ini bertujuan untuk menganalisa Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2011/2012.
2.      Hasil analisis kontek ini digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan penyempurnaan kurikulum tingkat satuan pendidikan, yang akan menjadi acuan bagi satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya.














BAB II
ANALISIS STANDAR ISI
NO
KOMPONEN
DESKRIPSI
KONDISI IDEAL
KONDISI RIIL

RENCANA TINDAK LANJUT

1
Kerangka dasar kurikulum
Memuat :
1.      Tujuan pendidikan SMA
Siswa dapat memahami dan mengamalkan ajaran Agama dan nilai-nilai   luhur  budaya bangsa  serta adat lokal yang akan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak

2.    Visi Satuan Pendidikan.
      Berbudi pekerti luhur, berprestasi dalam Iptek berdasarkan nilai Agama dan   kearifan lokal

3.       Misi satuan pendidikan
1.Menghayati dan mengamalkan ajaran Agama dan nilai-nilai   luhur budaya bangsa  serta kearifan  lokal yang akan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
2.Memberdayakan semua warga Sekolah secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien
3.Pembinaan terhadap siswa secara berkesinambungan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstakurikuler.(pengembangan Diri )
4.Menciptakan lingkungan sekolah yang ,aman, indah dan nyaman
5.Mengembangkan proses pembelajaran yang berbasis Teknologi dan informatika
6.Memberdayakan  Perpustakaan sebagai salah satu media Pembelajaran
7.Memberdayakan potensi masyarakat dan alumni  untuk membantu percepatan   pengembangan sekolah.
8.Memberdayakan potensi keunggulan lokal untuk meningkatkan ketrampilan siswa



4.      Tujuan satuan  pendidikan
a. Siswa dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama dan nilai-nilai   luhur  budaya bangsa  serta adat lokal yang akan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
b.Semangat kerja sama dan keteladanan dalam setiap kegiatan  semua warga Sekolah meningkat secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar
c. Prestasi siswa dibidang intrkurikuler dan ekstrakurikuler mengalamai peningkatan
d.Peningkatan Sarana  prasarana sekolah untuk mendukung peningkatan proses belajar mengajar
e. Optimalisasi  Sarana Perpustakaan.
f. Prosentase nilai kelulusan mengalami peningkatan
g. Kepedulian masyarakat dan alumni terhadap perkembangan  SMA Negeri 1 Pringgabaya
h.Siswa memiliki ketrampilan/ life skill untuk dikembangkan




Seluruh kerangka dasar kurikulum dikembangkan dengan acuan hasil analisis SKL satuan pendidikan dan SKL kelompok mata pelajaran


Tercapainya visi, misi dan tujuan satuan pendidikan



Mencerminkan upaya untuk mencapai hasil belajar siswa yang berkualitas, dan didukung dengan suasana belajar dan suasana sekolah yang memadai/kondusif/ menyenangkan         
















·         Sekolah belum melakukan analisis SKL satuan pendidikan dan SKL kelompok mata pelajaran
·         Silabus yang digunakan sebagian besar masih mengadaptasi silabus contoh



·         Sebagian kecil warga sekolah yang belum memahami visi,misi dan tujuan sekolah



Pemberdayaan warga sekolah belum maksimal







































Pelaksanaan pembelajaran telah mencerminkan upaya untuk mencapai hasil belajar siswa yang berkualitas, dan didukung dengan suasana belajar dan suasana sekolah yang memadai/kondusif/ menyenangkan
Melakukan
·         Analisis SKL satuan pendidikan
·         Analisis kelompok mata pelajaran



Sosialisasi lebih intensif visi, misi dan tujuan sekolah kepada seluruh warga sekolah






































Melaksanakan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar siswa yang lebih meningkat kualitasnya, yang didukung suasana belajar dan suasana sekolah yang memadai/kondusif/ menyenangkan





2.

Struktur Kurikulum
A. Struktur Kurikulum memuat:
1. Pola dan susunan mapel
2. Kebutuhan peserta didik dan satdik
3. Alokasi waktu tatap muka
4. Jenis mapel mulok


Penambahan 1 jam pelajaran untuk mapel yang di UN kan dilakukan setelah guru mapel melakukan analisis kebutuhan (SK/KD)


Sekolah menambahkan 1 jam pelajaran pada pelajaran UN dengan melakukan analisa apakah waktu yang tersedia di mapel UN kurang dikarenakan faktor jadwal UN
Sesuai

Memprogramkan penambahan jam pelajaran untuk mapel UN sesuai dengan jumlah SK KD yang dibebankan
A.  KTSP memuat



1. Mapel

Mata pelajaran dan alokasi waktu berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi



2. Mulok
Memiliki program muatan lokal yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
Memiliki program muatan lokal yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan yang selalu diperbaharui supaya lebih sempurna
Diperlukan  penyempurnaan program muatan lokal yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
3. Kegiatan Pengembangan Diri
Memiliki program pengembangan diri lokal yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
Memiliki program pengembangan diri yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan yang selalu diperbaharui supaya lebih sempurna
Diperlukan  penyempurnaan program pengembangan diri yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
4. Pengaturan Beban belajar
-      Sistem Paket (pemanfaatan tambahan 4 jam belajar, pemanfaatan tambahan waktu 60% waktu tatap muka per MP untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur)



5. Ketuntasan belajar
-      KKM seluruh MP rata-rata diatas 70% dan dilengkapi dengan rencana pencapaian kriteria ketuntasan ideal 100%.
-  Dilakukan melalui analisis Indikator, KD dan SK, dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas SK/KD dan ketersediaan sumber daya dukung.
KKM ada tetapi belum melalui analisis indikator ,KD,SK dll
Menentukan KKM dengan analisis Indikator,KD dan SK  pada bulan Juli 2011

6. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan
-      Adanya kriteria kenaikan kelas yang disesuaikan dengan KKM yang telah ditetapkan dan karakteristik satuan pendidikan yang bersangkutan. Adanya kriteria kelulusan  ≥ 75 %
Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan tertulis dan ditetapkan melalui rapat dewan guru dan telah disosialisasikan ke peserta didik dan ortu
Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan tertulis dan ditetapkan melalui rapat dewan guru
7. Kriteria penjurusan
-      Adanya kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM dan karateristik SMA Negeri 1 Pringgabaya
Adanya kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM dan karateristik SMA Negeri 1 Pringgabaya
Adanya kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM dan karateristik SMA Negeri 1 Pringgabaya
8. Pendidikan kecakapan hidup
-      Ada program (terintegrasi pada MP atau berupa Paket/Modul yang dirancang secara khusus)


Menyusun Paket/modul / Strategi pelaksanaannya

9. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
-      Ada program (terintegrasi pada MP atau berupa paket/modul yang dirancang secara khusus)
-      Ada strategi pelaksanaannya (disekolah yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan formal/non formal lain)
Ada tetapi belum ada strategi pelaksanaannnya


Menyusun Strategi pelaksanaannya
3
 Beban Belajar
Beban belajar satuan pelajaran dalam sistem paket dinyatakan dlam satuan jam pelajaran
Kelas  X s/d kelas XII waktu stu jam tatap muka 45’ , jumlah jam per minggu 38 – 39 jam dan hari efektif per tahun ajaran 34 – 38 minggu
Sekolah menambah jumlah jam tatap muka per minggu tanpa melalui analisa dan melihat beban siswa
Merancang jumlah jam pelajaran per minggu tidak melebihi batas toleransi yang ditetapkan dalam pp
4
Penyusunan /pengembangan silabus
Disusun/dikembangkan secara mandiri dengan melibatkan seluruh guru dari sekolah yang bersangkutan 

1.    Adanya hasil pengkajian perbedaan SK/KD pada Standar Isi dengan SK/KD pada Kurikulum KTSP.      
2.    Silabus disusun/dikembangkan melalui proses penjabaran SK/KD menjadi Indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran dan Jenis Penilaian
3.    Mencakup seluruh mata pelajaran baik yang SK/KD nya telah disiapkan oleh Pemerintah maupun yang disusun oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan 
Belum semua silabus disusun / dikembangkan melaui proses penjabaran SK/KD menjadi Indikator,materi pembelajara
Menyusun / menyempurnakan silabus
5
Kalender Pendidikan










1.   Minggu efektif belajar
2.   Jeda tengah semester
3.   Jeda antar semester
4.   Libur akhir tahun pelajaran
5.   Hari libur keagamaan
6.   Hari libur umum/nasional
7.   Hari libur khusus
8.   Kegiatan khusus sekolah
1    Adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh setiap Guru (paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indikator atau beberapa indikator untuk satu kali  pertemuan atau lebih).
.2   Substansi RPP sekurang-kurangnya berisi tentang: Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian Hasil Belajar
3    Pengembangan bahan ajar dalam bentuk:
-          Cetakan (modul, Hand out, LKS, dll)
-          Bahan ajar berbasis TIK
Hari efektif menjadi berkurang adanya program-program insidental baik dari kegiatan intern sekolah ataupun dari kegiatan yang diadakan oleh pemerintah daerah













2. ANALISIS STANDAR PROSES
2.1 Proses Perencanaan
No
Kompopnen
Kondisi Ideal
Kondisi Riil
Tindak lanjut

1.Silabus






2.RPP
Pada Silabus harus memuat:
1.   Identitas mata pelajaran ,SK KD, Kegiatan Pembelajaran, Indikator ketercapaian, Penilaian, Alokasi Waktu, Sumber/Bahan/Alat.
2.    Penyusunan silabus berdasarakan hasil pemetaan Standar Isi.









1.    RPP memuat: Identitas MP,  SK, KD Indiator Pencapaian, tujuan ,Alokasi Waktu , Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Penilaian belajar, dan  sumber belajar.
2.    Pada tahapan
kegiatan pembelajaran terdiri dari tahapan: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup
3.      Mengacu pada prinsip-prinsip   
penyusunan RPP

-      Sebagian besar Ketercapaian Indikator  pada silabus SMA N 1 Pringgaaya belum tampak pada silabus

-      Belum melakukan analisis
 SK dan KD, karena ditinjau masih sesuai dengan kondisi sekolah
-      Banyak guru yang mengadopsi dan adaptasi silabus yang sudah ada.



-      Sebagian besar  guru menyususn RPP mencantumkan penilaian  proses,     kognitif, pskikomotor dan penilaian afektif.


Banyak guru mengajar tidak sesuai dengan waktu yang tercantum dalam RPP misalnya; pretes dalam waktu 10 menit guru menggunakan hanya dalam waktu 5 menit
-                - Guru harus membuat analisis tentang indikator ketercapaian pada masing-masing mata pelajaran.

-      Setiap guru harus melakukan analisis SK, KD, untuk menyakinkan bahwa SK, KD yang kita kerjakan masih sesuai atau falid
-      Seharusnya silabus dibuat sendiri (kreativitas guru) yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dengan karakteristik mata pelajaran
.
Setiap pembuatan RPP harus diikuti penilaian proses, kognitif, psikomotor dan penilaian afektif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Guru harus membawa RPP kedalam kelas dan melakukuansesuai dengan waktu yang tercantum di RPP


2.2 Proses Pelaksanaan Pembelajaran
No
Kompopnen
Kondisi Ideal
Kondisi Riil
Tindak lanjut

2.1.Persyaratan   Pelaksanaan
- Rombongan
Belajar


2.2.Pelaksanaan
     Pembelajaran
-      Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah 32 peserta didik



-Kegiatan Pembalajaran
-Pendahuluan
 Penyampaian tujuan
 Motivasi
-Kegiatan Inti
 Eksplorasi
 Elaborasi
 Konfirmasi
-Penutup
-      Jumlah peserta didik perrombongan di SMA N 1 Pringgabaya 37 orang,.



-      Kegiatan Pembelajaran  kondisi riil standart minimal 39 jam belum mencukupi kebutuhan siswa
-      Ada beberapa mata pelajaran yang melakukan kolaborasi dan elaborasi

-      Seharusnya setiap rombel 32 orang.




-      Jam belajar siswa ditambah atau dikembangkan menjadi 45 jam utamanya mata pelajaran UNAS.
-      Perlu peningkatan motivasi  belajar lebih khususnya Jurusan IPS, bahwa semua jurusan statusnya sama

2.3 Proses Penilaian
No
Kompopnen
Kondisi Ideal
Kondisi Riil
Tindak lanjut
3
3.1Pelaksanaan       
      Penilaian
Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar,dan memperbaiki proses pembelajaran
Penilaian hasil belajar sesuai dengan KKM masing-masing mata pelajaran. Jika tidak sesuai harus melakukan Remidi
-      Setiap guru membuat penilaian dan siswa dianggap tidak lulus apabila kurang dari KKM , Bagi siswa yang sudah tuntas atau lulus wajib mengikuti pengayaan.
-      Masing-masing guru mata pelajaran wajib membuat KKM sesuai dengan kemampuan yang intek, materi esensial,daya dukung

3. STANDAR PENGELOLAAN
Analisis Kepemimpinan Sekolah ( pemgelolaan)

ANALISIS KEPEMIMPINAN SEKOLAH

Nama Sekolah             : SMAN 1 PRINGGABAYA                        Tahun Analisis            : 2012-2013
NSS                             : 301230309027                                  Alamat Sekolah           : Jl.Raya Lab. Lombok Pringgabaya,Lombok Timur. NTB
Nama Kepala Sekolah : Drs. Muh.Husein.
Nama-nama Wakasek:  1. Muhammad Taufik, S.Si         (Wakasek Bidang Kurikulum)
                                      2.  Muhammad Subandi, S.Pd    (Wakasek Bidang Kesiswaan)
                                      3. Lalu Badri, S.Pd.                    ( Wakasek Bidang Sarana Prasarana)
                                      4. Drs. Lalu Marjan Nur              (Wakasek Humas)


Petunjuk Pengisian :
1)    Kesesuaian dengan kriteria diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan:
“Ya”                 : Jika semua kriteria bersesuaian dengan setiap indicator/criteria yang dituliskan
“Tidak”             : Jika ada kriteria yang tidak bersesuaian dengan setiap indicator/kriteria yang dituliskan
2)    Analisis penyesuaian/pemenuhan diisi dengan upaya yang dilakukan satuan pendidikan untuk memenuhi standar pengelolaan sesuai kriteria
3)    Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan:
“1”                    : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1tahun)
“2”                    : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen tersebut tidak memungkinkan  untuk diprogramkan dalam Program Jangka Pendek dan menengah
4)    Keterangan diisi jika analisis penyesuaian/pemenuhan komponen tersebut tidak memungkinkan diprogram dalam jangka pendek dan jangka menengah

 
 






No
Kriteria Setiap Komponen
Kesesuaian
dengan Kriteria
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
Alokasi
Program
Ya
Tidak
1
2
I
KEPALA SEKOLAH






1. Kualifikasi minimal




2. Usia Maksimal





3. Pengalaman mengajar minimal

Pengalaman mengajar lebih dari 20 tahun



No
Kriteria Setiap Komponen
Kesesuaian
dengan Kriteria
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
Alokasi
Program
Ya
Tidak
1
2

4. Status guru (Guru SMA)





6. Kepemilikan sertifikat pendidik





7. Kepemilikan sertifikat kepsek

Berdasarkan SK dari dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur



8. Kopetensi kepribadian





9. Kompetensi manajerial





10.Komptetensi kewirausahaan





11.Kopetensi supervise





12.Kompetensi sosial




II
WAKIL KEPALA SEKOLAH






1. Jumlah Minimal

Disesuaikan dengan kebutuhan sekolah



2. Kriteria pengangkatan wakasek

Dipilih scr aklamasi dalam rapat



3. Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki






     Wakasek Bidang Kurikulum






a. Kemampuan memimpin





b. Kepemilikan ketrampilan teknis





c. Kemitraan dan kerja sama





Wakasek Bidang Kesiswaan






a. Kemampuan memimpin





b. Kepemilikan ketrampilan teknis





c. Kemitraan dan kerja sama





Wakasek Bid. Sarana Prasarana






a. Kemampuan memimpin





b. Kepemilikan ketrampilan teknis





c. Kemitraan dan kerja sama





Wakasek Bidang Humas






a. Kemampuan memimpin





b. Kepemilikan ketrampilan teknis





c. Kemitraan dan kerja sama





ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Nama Sekolah             : SMAN 1 PRINGGABAYA                        Tahun Analisis            : 2012
NSS                             : 301230309027                                  Alamat Sekolah           : Jl.Raya Lab. Lombok Pringgabaya,Lombok Timur. NTB
Petunjuk Pengisian :
1)     Kesesuaian dengan criteria diisi (dicentang) dengan alternative pilihan:
“Ya”                             : Jika semua criteria bersesuaian dengan setiap indicator/criteria yang dituliskan
“Tidak”                      : Jika ada criteria yang tidak bersesuaian dengan setiap indicator/kriteria yang dituliskan
2)     Analisis penyesuaian/pemenuhan diisi dengan upaya yang dilakukan satuan pendidikan untuk memenuhi standar pengelolaan sesuai criteria
3)     Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternative pilihan:
“1”                               : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1tahun)
“2”                               : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen tersebut tidak memungkinkan  untuk diprogramkan dalam Program Jangka Pendek dan menengah
4)     Keterangan diisi jika analisis penyesuaian/pemenuhan komponen tersebut tidak memungkinkan diprogram dalam jangka pendek dan jangka menengah

 
 






No
Kriteria / Indikator
Kesesuaian
dengan Kriteria
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
Alokasi
Program
Ya
Tidak


1
Kepemilikan sistem informasi manajemen yang mendukung admnistrasi pendidikan di sekolah




2
Pengelolaan sistem informasi manajemen yang efesien, efektif dan akuntabel

Belum berjalan secara efisien, efektif dan akuntabel karena SDM yang ada belum bisa berfungsi secara optimal. Solusi perlu pengadaan tenaga khusus yang kompeten di bidang tersebut.

3
Penyediaan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudan diakses




4
Pelaporan data informasi secara berkala dan berkesinambungan

Pelaporan data sudah dilaksanakan tapi tidak kontinyu karena keterbatasan SDM dan kurang control. Solusi ada penangungjawab khusus yang mengontrol pelaporan data dan tenaga operasional.

5
Efektifitas dan efesiensi komunikasi antar warga sekolah di lingkungan sekolah





ANALISIS PERENCANAAN SEKOLAH

Nama Sekolah             : SMAN 1 PRINGGABAYA.                       Tahun Analisis            : 2012
NSS                             : 301230309027                                  Alamat Sekolah           : Jl.Raya Lab. Lombok  Pringgabaya,Lombok Timur. NTB


Petunjuk Pengisian :
1)     Kesesuaian dengan criteria diisi (dicentang) dengan alternative pilihan:
“Ya”                             : Jika semua criteria bersesuaian dengan setiap indicator/criteria yang dituliskan
“Tidak”                      : Jika ada criteria yang tidak bersesuaian dengan setiap indicator/kriteria yang dituliskan
2)     Analisis penyesuaian/pemenuhan diisi dengan upaya yang dilakukan satuan pendidikan untuk memenuhi standar pengelolaan sesuai criteria
3)     Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternative pilihan:
“1”                               : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1tahun)
“2”                               : Jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen tersebut tidak memungkinkan  untuk diprogramkan dalam Program Jangka Pendek dan menengah
4)     Keterangan diisi jika analisis penyesuaian/pemenuhan komponen tersebut tidak memungkinkan diprogram dalam jangka pendek dan jangka menengah

 
 






No
Kriteria Setiap Komponen
Kesesuaian
dengan Kriteria
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
Alokasi
Program
Ya
Tidak


I
VISI SEKOLAH






1. Mengacu pada visi,misi dan tujuan pendidikan nasional



2. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita tinggi sekolah





3. Beorientasi ke masa depan





4. Mempertimbangkan potensi dan kondisi sekolah serta lingkungan





5. Membuat rumusannya mudah difahami,jelas dan tidak multi tafsir




II
MISI SEKOLAH






1. Memberi arah dalam mewujudkan visi sekolah





2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu





3. Menekanakan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan





4. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah





5. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan sehingga dapat ditinjau secara berkala





No
Kriteria Setiap Komponen
Kesesuaian
dengan Kriteria
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
Alokasi
Program
Ya
Tidak
1
2
III
TUJUAN SEKOLAH






1. Mengacu pada visi dan misi





2. Menggambarkan tingkat kualitas yang dapat dalam jangka menengah (empat tahunan)





3. Mengacuh pada Standar Kompetensi Lulusan SMA





4. Rumusannya dapat diukur ketercapaiannya




IV
RENCANA KERJA  SEKOLAH






1. Adanya rencana kerja jangka menengah untuk mendukung pencapaian tujuan jangka empat tahunan




2. Rumusan rencana kerja jangka menengah dapat diukur ketercapaiannya




3. Adanya rencana kerja tahunan dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKA-S)




4. Rumusan rencana kerja tahunan dapat diukur ketercapaiannya












4. HASIL ANALISIS STANDAR PENILAIAN
NO
KOMPONEN
KONDISI IDEAL
KONDISI RIIL
KESENJANGAN
RENCANA TINDAK LANJUT
1
Prinsip penilaian
  • Penilaian berdasar pada prinsip-prinsip penilaian yaitu sahih, obyektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistimatis, beracuan kriteria  dan akuntabel

Prinsip penilaian terbuka dan akuntabel belum sepenuhnya dilaksanakan oleh guru
Prinsip penilaian tersebut belum dipahami sepenuhnya oleh sebagaian kecil guru
Mengadakan pelatihan sistim penilaian secara khusus
2
Teknik dan Instrument Penilaian
  • Penilaian hasil belajar menggunakan berbagai teknik penilaian berupa : tes,observasi, penugasan,dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik

  • Instrumen penilaianyang digunakan memenuhi persyaratan : substansi, konstruksi dan penggunaan bahasa yg baik dan benar termasuk untuk penilaian ujian sekolah

Tidak semua penilian menggunakan tehnik tes yg sesuai



Semua intrumen penilaian sudah sesuai dengan persyaratasubstansi, konstruksi dan penggunaan bahasa
Tidak semua guru memahami tehnik tes yg sesuai dengan kompetensi yg ingin dicapai
Mengadakan pelatihan sistim penilaian secara khusus
3
Mekanisme dan Prosedur Penilaian
  • Perancangan strategi penilaian dilakukan pada saat penyusunan silabus yg penjabarannya pada RPP

  • MID,UAS,,dan UKK dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan
  • Kegiatan Ujian Sekolah dilakukan dengan langkah-langkah: menyusun kisi-kisi ujian, mengembangkan instrument, melaksanakan ujian, mengolah dan mnentukan kelulusan,  melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian
  • Penilaian akhlak mulia dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik maple lain yang relevan
  • Penilaian kepribadian adalah bagian dari penilaian maple kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru PKn, dengan memanfaatkan informasi pendidik lain yang relevan
  • Penilaian pelajaran muatan local dilakukan senderi ,berdiri sendiri tanpa mengikuti penilaian kelompok mapel lain

Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat yang ditandatangani Pembina kegiatan dan kepala sekolah

  • Hasil ulangan harian diinformasikan kepada anak didik sebelum ulangan harian berikutnya, yang belum mencapai KKM mengikuti pembelajaran remidi

  • Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dala satu bentuk nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai diskripsi kemajuan belajar
Saat penyusunan silabus tidak semua RPP mencantumkan strategi penilaian
MID, UAS dan UKK dikoordinasi satuan pendidikan

Ujian sekolah dilaksanakan sesuai dng langkah-langkah yg ditentukan



Penilaian akhlak mulia sudah sesuai dng ketentuan
Penilaian kepribadian belum maximal dilaksananakan

Penilaian pelajaran muatan lokal sama dng pelajaran lain

Kegiatan pengembangan diri belum ada surat tanda bukti ikut sertanya siswa

Hasil ulangan harian selalu dibagikan kepada siswa sebelum ulangan berikutnya


Diskripsi pencapaian belum sesuai dengan ketentuan


Guru kurang memahami penyusunan silabus harus mencantumkan strategi penilaian





















Belum ada format dan cara penilaian yg mudah dan akurat dng tenaga guru yang terbatas

Masih mencari model termudah untuk memantau siswa yang ikut pengembangan diri
Sebagian besar guru belum memahami pentinnya diskripsi bagi siswa dan orang tua murid
Mengadakan pelatihan khusus























Pelatihan khusus cara penilaian kepribadian untuk guru-guru yang relevan


Workshop terbatas khusus guru yg menangani program pengembangan diri

Diadakan workshop penilaian terutama tentang pentingnya diskripsi


4
Penilaian Oleh Pendidik
  • Menginformasikan silabus mata pelejaran yg didalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester
  • Mengembangkan indicator pencapaian KD dan memilih yg di dalamnya sesuai pada saat menyusun silaabus mata pelajaran
  • Melaksanakan tes, pengamatan,penugasan dan bentuk lain yang diperlukan

  • Mengolah hasil penilaian utk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik

  • Mengembalikan hasil pemeriksanaan pekerjaan peserta didik disertai komentar yang mendidik
  • Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran

  • Melaporkan hasil penilaian pada akhir semester kepada pimpinan sekolah dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai diskripsi singkat sbg cerminan kompetensi yang utuh
SK/KD dalam silabus di informasikan namun rancangan penilaian dan kriteria belum Sampaikan

Pengembangan indicator pencapaian KD

Test pengamatan belum maximal


Hasil penilian telah di olah dengan baik

Hasil pekerjaan sudah dikembalikan kepada siswa namun belum disertai komentar
Penilian telah dijadikan bahan perbaikan pembelajaran
Diskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi yg utuh belum dilaksanakan oleh sebagian besar guru


Guru hanya mengetahui yg di informasikian SK dan KD











Guru belum menggunakan test pengamatan karena dianggap tidak penting

Guru belum memahami pentingnya komentar yang motivasi anak didik
Sekolah membuat program diskripsi yang dipakai oleh guru

Diadakan rapat koordinasi untuk menyepakati penginformasian rancangan dan kriteria penilan di awal semester











Perlunya rapat koordinasi untuk mendalami bentuk-bentuk test




Disampaikan pada rapat koordinasi tentang pentingnya komentar pada hasil ulangan
Rapat koordinasi untuk semua guru terkait pentingnya diskripsi yg menggambarkan kompetensi yang dicapai siswa
5
Penilaian oleh satuan pendidikan
  • Penentuan KKM


  • Koordinasi UTS,UAS.dan UKK.

  • Penentuan kriteria kenaikan kelas



  • Penentuan kriteria nilai akhir kelompok mapel agama dan akhlak mulia, Kewarganegaraan dan Kepribadian, estetika dan penjas, olahraga dan kesehatan

  • Penentukan kriteria kelulusan ujian sekolah

  • Pengembangan kisi-kisi  penulisan soal

  • Penyusunan butir soal sesuai dengan indikator, bentuk soal, serta kaidah penulisan butir soal


  • Penelaahan butir soal secara kualitatif


  • Perakitan butir soal menjadi perangkat tes


  • Pelaksanaan Ujian Sekolah

  • Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran kepada orang tua murid dlm bentuk LHB

  • Menentukan kelulusan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria

  •  Melaporkan hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kota
KKM ditentukan dan di informasikan di awal tahun ajaran
UTS, UAS dan UKK dikoordinasi oleh sekolah

Kriteria nilai akhir kelompok mata pelajaran agama, akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian telah ditentukan





Kriteria kelulusan sekolah sudah ditentukan
85 % guru sudah mengembangkan kisi-kisi soal
Sebagian besar guru hanya menelaah butir soal saat ujian





Perakitan butir soal sudah dilaksanakan oleh guru

Ujian sekolah mengacu pada POS yang berlaku
Hasil penilaian sudah dilaporkan kepada orang tua murid sesuai program

Penentuan kelulusan melalui rapat pleno desan guru

Hasil belajar tingkat satuan pendidikan telah dilaporkan pada dinas pendidikan kota.















35 % guru mengembangkan kisi-kisi soal namun terlambat

Sebagian besar guru menganggap analisis butir soal sangat rumit















Perlunya laporan tertulis kepada semua guru tentang laporan kelengkapan administrasi pembelajaran

Workshop pengenalan telaah butir soal yang menggunakan program


5.ANALISIS STANDAR SARANA DAN PRASARANA
NO
KOMPONEN

ASPEK

INDIKATOR
KONDISI NYATA

HASIL ANALISIS


KETERANGAN
1.
Stándar Sarana Prasarana
A.      Ruang kelas
·         Jumlah minimum ruang kelas sama dengan jumlah rombongan belajar
·         Kapasitas maksimum ruang kelas 32 peserta didik
·         Rasio minimum luas ruang kelas 2 m2/peserta didik
·         Ruang kelas dilengkapi sarana meliputi perabot (kursi dan meja peserta didik, kursi dan meja guru, lemari dan papan pajang), media pendidikan (papan tulis), perlengkapan lain (tempat sampah, tempat cuci tangan, jam dinding, soket listrik)
ada / sesuai                   

belum                

ada / sesuai                   
Ruang kelas dilengkapi perabot dan media pendidikan       
ada / sesuai                     


belum                 

ada / sesuai                     
tempat cuci tangan diluar kelas         



B. Ruang perpustakaan
·     Memiliki rasio luas minimum 3 m2/peserta didik
·     Tempat bermain/berolahraga berupa ruang terbuka sebagian ditanami pohon penghijauan

·     Tempat bermain/berolahraga tidak digunakan untuk tempat parkir
·     Dilengkapi dengan sarana yang meliputi peralatan pendidikan, perlengkapan lain
ada / sesuai                       
Jumlah dan jenis buku diperpustakaan belum sebanding dengan kebutuhan
ada / sesuai                       

Buku panduan pendidik, buku pengayaan perlu ditambah sesuai kebutuhan                       
Diprogram pembelian buku referensi guru dan software pada tahun anggaran 2012


C. Laboratorium Biologi
·     Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar   
·     Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik
·     Ruang laboratorium dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan percobaan), media pendidikan, bahan habis pakai, perlengkapan lain
ada / sesuai                                   

Luas lab. Biologi 72 m2        
             
ada / sesuai                                                 
ada / sesuai                                     

utk  40 memenuhi rasio untuk 30 siswa

ada / sesuai






D. Laboratorium Fisika
·         Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar
·         Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik              
·       Ruang laboratorium dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan percobaan), media pendidikan,perlengkapan lain
ada / sesuai                       

Luas lab. Fisika 68 m2                         

ada / sesuai                       
               
ada / sesuai                       
ada / sesuai
              

ada / sesuai                     


ada / sesuai                       
              





E.Laboratorium Kimia
·         Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar
·         Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik              
·       Ruang laboratorium dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain
ada / sesuai                       

ada / sesuai                       

ada / sesuai                       
ada / sesuai                       


ada / sesuai                       


ada / sesuai       



F.Laboratorium Komputer
·         Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang
·         Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik              
·       Ruang laboratorium dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain.

ada / sesuai     




ada / sesuai                   

ada / sesuai                   
ada / sesuai     




ada / sesuai                   


ada / sesuai                       



G. Laboratorium Bahasa
·         Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang
·         Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik              
·       Ruang laboratorium dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain       
ada / sesuai     
             
             
ada / sesuai                   
Audio Visual trobel                 
                             
                             
ada / sesuai                       
               
               
ada / sesuai                       

Ada Audio visual tapi ada gangguan suara atau pada beberapa sound                  







H. Ruang Pimpinan

·         Luas minimum 12 m2 dan lebar minimum 3 m
·         Mudah diakses oleh guru dan tamu sekolah            
·       Ruang pimpinan dilengkapi sarana meliputi perabot, dan  perlengkapan lain.
ada / sesuai       

ada / sesuai

ada / sesuai                       
ada / sesuai       

ada / sesuai

ada / sesuai                       



I. Ruang guru
·         Rasio minimum luas ruang 4 m2/pendidik, luas minimum 72 m2        
·         Mudah dicapai dari halaman sekolah atau dari luar lingkungan sekolah dan dekat dengan ruang pimpinan    
·        Ruang guru dilengkapi sarana meliputi perabot, dan  perlengkapan lain
Luas ruang guru 108 m2
             
ada / sesuai                   
                             

ada / sesuai     
Luas ruang guru 180 m2 


ada / sesuai                     
                              


ada / sesuai      



J. Ruang tata usaha
·         Rasio minimum luas ruang 4 m2/petugas dan luas minimum 16 m2
·         Mudah dicapai dari halaman sekolah atau dari luar lingkungan sekolah dan dekat dengan ruang pimpinan    
·        Ruang tata usaha dilengkapi sarana meliputi perabot, dan perlengkapan lain   
ada / sesuai     
             

ada / sesuai     

             

ada / sesuai                   
ada / sesuai     
             

ada / sesuai     

             

ada / sesuai     




K.Tempat beribadah
·         Luas minimum 12 m2             
·       Tempat ibadah dilengkapi sarana meliputi perabot, dan  perlengkapan lain
ada / sesuai     
ada / sesuai                                   
ada / sesuai     
ada / sesuai



L. Ruang Konseling

·         Luas minimum 9 m2               
·         Ruang koseling dapat memberikan kenyamanan suasana dan menjamin privasi peserta didik         
·        Ruang dilengkapi sarana meliputi perabot, peralatan konseling dan perlengkapan lain
ada / sesuai     
ada / sesuai                   


ada / sesuai     
ada / sesuai     
ada / sesuai



ada / sesuai



M.Ruang UKS
·         Luas minimum 12 m2             
·        Ruang dilengkapi sarana meliputi perabot, dan perlengkapan lain
ada / sesuai     
ada / sesuai                                   
ada / sesuai     
ada / sesuai




N.Ruang organisasi kesiswaan
·         Luas minimum 9 m2               
·       Ruang dilengkapi sarana perabot
ada / sesuai     

ada / sesuai     

program 2011-2012


O.Jamban
·         Minimum jamban setiap sekolah 3 unit untuk siswa dan guru   
·        Luas minimum 2 m2/jamban
             
ada / sesuai     
ada / sesuai





P.Gudang
·         Luas minimum 21 m2             
·        Gudang dilengkapi sarana perabot       
ada / sesuai     
ada / sesuai     
ada / sesuai     
ada / sesuai



Q.Ruang sirkulasi
·       Tersedia ruang sirkulasi sebagai tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah dan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial peserta didik di luar jam pelajaran    
ada / sesuai     
                             
ada / sesuai     




R.Ruang bermain/ berolahraga
·         Memiliki rasio luas minimum 3 m2/peserta didik
·         Tempat bermain/berolahraga berupa ruang terbuka sebagian ditanami pohon penghijauan
·       Tempat bermain/berolahraga tidak digunakan untuk tempat parkir Dilengkapi dengan sarana yang meliputi peralatan pendidikan, perlengkapan lain
ada / sesuai     

ada / sesuai     

ada / sesuai     


                             
ada / sesuai     

ada / sesuai

ada / sesuai     




HASIL ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN INTERNAL SATUAN PENDIDIKAN

Nama Sekolah     : SMA Negeri 1 Pringgabaya
Alamat Sekolah   : Jl. Raya Labuhan Lombok,Pringgabaya, Lotim.NTB
Tahun Pelajaran  : 2012 – 2013


NO
KOMPONEN
KONDISI IDEAL
KONDISI RIIL
KESENJANGAN
RENCANA TINDAK LANJUT
KEKUATAN
KELEMAHAN
1.
Peserta Didik
1.     Danun rata-rata 9,5 murni.
2.     Siswa memiliki TOEFL minimal 450.
3.     Memiliki prestasi/bakat non-akademis.
·        Danun rata-rata lebih dari 9,5.
·         TOEFL siswa rata-rata 400.
·        Selain memiliki danun yang tinggi siswa yang  memiliki prestasi non-akademis.
·        Nilai danun siswa belum tentu murni.
·        Belum seluruh siswa berkemampuan conversation dengan baik.
·        Siswa yang memiliki prestasi non-akademis < 50%.
·       Kemampuan akademis masih belum berstandar.
·       Selain prestasi akademis juga diperlukan prestasi non-akademis.
·       Siswa belum banyak berminat dalam kegiatan akademis
·      Sekolah melakukan tes matrikulasi untuk melakukan pemetaan kemampuan akademis siswa yang sebenarnya.
·      Diprogramkan agar siswa selalu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris pada kelas bahasa inggris.
·      Pembinaan intensif terhadap bakat-bakat non-akademis siswa dan akademis.
2.
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1.       Guru-guru memiliki kompetensi :
a.       Paedagogik
b.       Kepribadian
c.        Sosial
d.       Profesional










2.       Tenaga Kependidikan berkompetensi :
a.       Sarjana/DIII.
b.       Bidang administrasi.
c.        Komputer.
d.       Bahasa Inggris.
e.        Perpajakan







3.       Kemampuan berbahasa inggris dengan TOFL minimal 450
·        Seluruh guru berkelayakan mengajar sesuai dengan kualifikasi akademiknya.
·        Dari 45 orang guru PNS, sudah bersertifikat sertifikasi guru 20 orang (2011).








·       Tenaga kependidikan yang sudah lulus S-1 = 2 orang.
·       Tenaga kependidikan berstatus PNS = 4 orang dan mampu dalam administrasi dan computer.






·      Kemauan / keinginan bapak ibu guru untuk belajar bahasa inggris sangat tinggi

·        Belum seluruh guru lulus S-2.


·        Belum seluruh guru mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.







·     Masih ada tenaga kependidikan yang belum berkualifikasi DIII/S-1.
·     Pengetahuan tentang perpajakan belum memadai.

·     Kemampuan dalam persuratan  dan computer belum memadai.
·      
·      diperlukan guru-guru yang mampu menggunakan.TI dalam melaksanakan pembelajaran namun kondisi itu belum semua mampu dilaksanakan






·      Tenaga kependidikan dituntut mampu menguasai persuratan dinas dan perpajakan dan computer.


·     Kemampuan membuat surat dinas dan penguasaan computer belum memadahi.

·       Mengajukan guru-guru yang belum tersertifikasi ke DinasPendidikan sesuai dengan kuotanya.
·       Mengadakan diklat bahasa, computer. Inggris
·       Memotivasi atau mendorong guru-guru untuk kuliah ke S-2.








·       Perlu diselenggarakan diklat perpajakan, bahasa Inggris, computer dan pelayanan public secara periodik.










3.
Sarana dan Prasarana
1.        Sarana dan prasarana di sekolah mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran :
a.       Di kelas.
b.       Di laboraturium.
c.        Di lapangan olah raga.
d.       Di perpustakaan.
e.        Ekstrakurikuler.

2.        Mampu memenuhi kebutuhan guru untuk di ruang guru maupun di kelas.

·     Sarana pembelajaran untuk olah raga, lab computer, lab bahasa dan perpustakaan sudah memadai.
·     Tersedia sarana pembelajaran untuk guru berupa computer, LCD, OHP, perustakaan, dsb.

·     Masih ada sarana dan prasarana yang belum berfungsi secara optimal, terutama computer dan LCD di kelas-kelas.
·        Sarana dan prasarana sudah memadai, namun diperlukan perawatan yang rutin sehingga semua bias berfungsi secara optimal.
·        Diprogramkan perawatan/maintenance secara rutin terutama untuk barang elektronik, agar berfungsi secara maksimal.
4.
Pembiayaan
1.        Terpenuhinya semua kebutuhan kegiatan :
a.        Kurikulum
b.        Kesiswaan
c.        Humas
d.        Sarana prasarana belajar
e.        Perpustakaan
f.         UKS
g.        Laboratorium

2.        Mampu memenuhi pemeliharaan rutin dalam rangaka piningkatan mutu pendidikan


·        60 % wali murid termasuk orang tua yang mampu








·        60 % wali murid termasuk orang tua yang mampu


·       Tidak semua  orang tua yang mampu mau membantu program sekolah





·       Tidak semua orang tua yang mampu mau membantu program sekolah
·    Adanya aturan bahwa sekolah gratis








·    Adanya aturan sekolah gratis
·    Bekerja sama dengan pihak ke dua ( donator ) untuk membiayai semua kegiatan siswa dan guru
·    Mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota untuk penambahan dana kegiatan sekolah


·    Mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota untuk penambahan dana kegiatan sekolah


HASIL ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL SATUAN PENDIDIKAN

Nama Sekolah     : SMA Negeri 1 Pringgabaya
Alamat Sekolah   : Jl. Raya Labuhan Lombok,Pringgabaya, Lotim.NTB
Tahun Pelajaran  : 2012 – 2013

NO
KOMPONEN
KONDISI IDEAL
KONDISI RIIL
KESENJANGAN
RENCANA TINDAK LANJUT
PELUANG
TANTANGAN
1.
Komite Sekolah
Komite Sekolah berperan sebagai :
1.     Pemberi pertimbangan
2.     Pendukung financial dan pemikiran
3.     Pengontrol transparansi dan akuntabilitas
4.     Mediator antara pemerintah dan masyarakat.

Fungsi komite sekolah :
1.      Komitmen mutu pendidikan
2.      Melakukan kerja sama
3.      Menampung aspirasi
4.      Memberikan masukan dan rekomendasi
5.      Mendorong partisipasi
6.      Menggalang dana
7.      Melakukan evaluasi
·        Komite sekolah memiliki potensi sebagai nara sumber dalam peningkatan mutu sekolah.






Komite sekolah memiliki potensi membantu sekolah dalam pemenuhan sarpras yang dibutuhkan dengan menggalang dana dari masyarakat.
·        Komite sekolah yang ada, belum berperan sebagaimana mestinya.






·        Isu dan peraturan daerah tentang kebijakan pendidikan gratis.
·        Komite sekolah belum berperan sesuai dengan peran dan fungsinya.






·        Sekolah butuh dana dan komite sekolah dapat menggalang dana masyarakat namun kebijakan daerah mengharapkan yang berbeda.



·         Mengundang unsur komite sekolah yang berpotensi sebagai nara sumber dalam peningkatan mutu sekolah, Juli 2011, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.





Mengundang unsur komite sekolah yang berpotensi sebagai nara sumber dalam peningkatan mutu sekolah, dan orang tua siswa
2.
Dinas Pendidikan
Dinas pendidikan berperan sebagai :
1.     Pemberi pertimbangan
2.     Pendukung finansial dan pemikiran
3.     Pengontrol transparansi dan akuntabilitas
4.     Mediator antara pemerintah dan masyarakat.

Fungsi Dinas Pendidikan :
4.       Komitmen mutu pendidikan
5.       Melakukan kerja sama
6.       Menampung aspirasi
7.       Memberikan masukan dan rekomendasi
8.       Mendorong partisipasi
9.       Melakukan monitoring dan evaluasi
·        Dinas Pendidikan memiliki potensi sebagai mediator antara masyarakat, instansi dan pemerintah kota.

·        Peningkatan kualitas sekolah dalam hal:
-      pendanaan
-      akreditasi
-      sarana dan prasarana
-      SDM

·        Dinas Pendidikan, sudah berperan namun belum optimal



·        Tuntutan masyarakat tentang sekolah gratis.

·        Sekolah yang diperhatikan oleh Dinas Pendidikan terlalu banyak.

·        Dinas Pendidikan, belum berperan secara optimal mengingat banyaknya sekolah yang harus dipenuhi kebutuhannya.

·        Berkoordinasi dengan Pemerintah Kota untuk lebih memperhatikan kualitas pendidikan dengan cara mengajukan peningkatan anggaran pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

3.
Asosiasi Profesi (PGRI)
Asosiasi Profesi (PGRI) berperan sebagai :
1.       Pemberi pertimbangan
2.       Pendukung pemikiran
3.       Pengontrol transparansi dan akuntabilitas terhadap kebijakan pemerintah tentang pendidikan
4.       Mediator antara pemerintah, masyarakat dan sekolah.
5.       Bantuan advokasi kepada guru dan sekolah.

Fungsi Dinas Pendidikan :
3.        Komitmen mutu pendidikan
4.        Melakukan kerja sama
5.        Menampung aspirasi
6.        Memberikan masukan dan rekomendasi
7.        Mendorong partisipasi
8.        Melakukan monitoring dan evaluasi
·        Asosiasi Profesi (PGRI) memiliki potensi sebagai pengontrol kebijakan pemerintah kota tentang pendidikan.

·        Pemberian bantuan advokasi kepada guru dan sekolah.

·        Asosiasi Profesi (PGRI) belum berperanan secara optimal.



·        Asosiasi Profesi (PGRI) harus menangani jumlah sekolah yang tidak sebanding dengan tenaganya.

·        Lebih meningkatkan koordinasi dengan sekolah, pemerintah dan masyarakat agar tercipta kualitas pendidikan yang telah dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.
4.
Dunia Industri dan Dunia Usaha
Dunia Industri dan Dunia Usaha berperan sebagai :
1.       Pemberi sarana pembelajaran secara riil bagi siswa tentang dunia usaha dan dunia industri.

Fungsi Dinas Pendidikan :
1.        Membantu sekolah memberikan contoh riil kepada siswa tentang life skill.
·        Dunia industri dan dunia usaha memiliki potensi sebagai tempat proses pembelajaran.

·        Peluang karir ke bidang dunia usaha dan dunia industry.
·        Dunia industri dan dunia usaha yang ada, belum membantu sepenuhnya pada pembelajaran di sekolah.

·    Belum terjadi kesamaan antara yang diterima di sekolah dengan yang dilaksanakan di dunia industri dan dunia usaha.
·        Dunia industri dan dunia usaha dan sekolah perlu meningkatkan kerja sama, misalnya dalam hal kurikulum (muatan lokal).







BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Dari analisis konteks ini dapat diketahui kekurangan sekolah dalam pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Mengacu pada hasil analisis tersebut, disusunlah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2012-2013 yang merupakan penyempurnaan KTSP tahun sebelumnya.

B.      REKOMENDASI
Kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Propinsi Nusa Tenggara Barat  mohon memberikan pengesahan penggunaan KTSP SMA Negeri 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012 - 2013.