BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Analisis kontek merupakan kegiatan menganalisa tentang Standar Isi, SKL,
Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan
Pendidikan, Kondisi Satuan Lingkungan terhadap kurikulum yang telah dilaksanakan.
Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan kurikulum SMA
Negeri 1 Pringgabaya sebagai pedoman
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional
pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar
nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan,
Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan Penilaian
Pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama
bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya apabila kegiatan belajar
mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes
dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui
persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk
memenuhi :
1. Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat
global
2. Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi
perkembangan dunia global
3. Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi
B. DASAR HUKUM
1.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 58, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
2.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
3.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan;
4.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007 tentang
Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan;
5.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
6.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
7.
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13
Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
8.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
9.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana;
10. Panduan
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
11. Keputusan
Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan
Nasional NOMOR : 12/C/KEP/TU/2008.
C.
TUJUAN
1.
Analisis
konteks ini bertujuan untuk menganalisa Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar
Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Analisis Kondisi
Lingkungan Satuan Pendidikan yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2012/2013.
Hasil analisis kontek ini
digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan penyempurnaan kurikulum tingkat
satuan pendidikan, yang akan menjadi acuan bagi satuan pendidikan di SMA Negeri
1 Pringgabaya
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Analisis kontek merupakan kegiatan menganalisa tentang Standar Isi, SKL,
Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan
Pendidikan, Kondisi Satuan Lingkungan terhadap kurikulum yang telah
dilaksanakan. Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan
kurikulum SMA Negeri 1 Pringgabaya
sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional
pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar
nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan,
Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan
Penilaian Pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut,
yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan
utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya apabila kegiatan belajar
mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes
dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui
persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk
memenuhi :
1. Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
2. Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi
perkembangan dunia global
3. Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi
B. DASAR HUKUM
1.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 58, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
2.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
3.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006
tentang Standar Kompetensi Lulusan;
4.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007 tentang
Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi
Lulusan;
5.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
6.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
7.
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13
Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
8.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
9.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana;
10.
Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
11.
Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional NOMOR : 12/C/KEP/TU/2008.
C.
TUJUAN
1. Analisis konteks ini
bertujuan untuk menganalisa Standar Isi, SKL, Standar Proses, Standar
Pengelolaan, Standar Penilaian, Kondisi Satuan Pendidikan, Analisis Kondisi
Lingkungan Satuan Pendidikan yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2011/2012.
2.
Hasil
analisis kontek ini digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan
penyempurnaan kurikulum tingkat satuan pendidikan, yang akan menjadi acuan bagi
satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Pringgabaya.
BAB II
ANALISIS
STANDAR ISI
|
NO
|
KOMPONEN
|
DESKRIPSI
|
KONDISI IDEAL
|
KONDISI RIIL
|
RENCANA TINDAK LANJUT
|
|
1
|
Kerangka dasar kurikulum
|
Memuat :
1.
Tujuan
pendidikan SMA
Siswa
dapat memahami dan mengamalkan ajaran Agama dan nilai-nilai luhur
budaya bangsa serta adat lokal
yang akan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak
2.
Visi
Satuan Pendidikan.
Berbudi pekerti luhur, berprestasi
dalam Iptek berdasarkan nilai Agama dan
kearifan lokal
3.
Misi satuan
pendidikan
1.Menghayati
dan mengamalkan ajaran Agama dan nilai-nilai
luhur budaya bangsa serta
kearifan lokal yang akan menjadi
pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
2.Memberdayakan
semua warga Sekolah secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar
yang efektif dan efisien
3.Pembinaan
terhadap siswa secara berkesinambungan melalui kegiatan intrakurikuler dan
ekstakurikuler.(pengembangan Diri )
4.Menciptakan
lingkungan sekolah yang ,aman, indah dan nyaman
5.Mengembangkan
proses pembelajaran yang berbasis Teknologi dan informatika
6.Memberdayakan Perpustakaan sebagai salah satu media
Pembelajaran
7.Memberdayakan
potensi masyarakat dan alumni untuk
membantu percepatan pengembangan
sekolah.
8.Memberdayakan
potensi keunggulan lokal untuk meningkatkan ketrampilan siswa
4.
Tujuan
satuan pendidikan
a. Siswa
dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama dan nilai-nilai luhur
budaya bangsa serta adat lokal
yang akan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
b.Semangat
kerja sama dan keteladanan dalam setiap kegiatan semua warga Sekolah meningkat secara
optimal untuk mendukung proses belajar mengajar
c. Prestasi
siswa dibidang intrkurikuler dan ekstrakurikuler mengalamai peningkatan
d.Peningkatan
Sarana prasarana sekolah untuk
mendukung peningkatan proses belajar mengajar
e. Optimalisasi Sarana Perpustakaan.
f. Prosentase
nilai kelulusan mengalami peningkatan
g. Kepedulian
masyarakat dan alumni terhadap perkembangan
SMA Negeri 1 Pringgabaya
h.Siswa
memiliki ketrampilan/ life skill untuk dikembangkan
|
Seluruh kerangka dasar kurikulum dikembangkan dengan
acuan hasil analisis SKL satuan pendidikan dan SKL kelompok mata pelajaran
Tercapainya visi, misi dan tujuan satuan pendidikan
Mencerminkan
upaya untuk mencapai hasil belajar siswa yang berkualitas, dan didukung
dengan suasana belajar dan suasana sekolah yang memadai/kondusif/
menyenangkan
|
·
Sekolah belum melakukan analisis SKL satuan pendidikan
dan SKL kelompok mata pelajaran
·
Silabus yang digunakan sebagian besar masih
mengadaptasi silabus contoh
·
Sebagian kecil warga sekolah yang belum memahami
visi,misi dan tujuan sekolah
Pemberdayaan warga sekolah belum maksimal
Pelaksanaan pembelajaran telah mencerminkan upaya untuk
mencapai hasil belajar siswa yang berkualitas, dan didukung dengan suasana
belajar dan suasana sekolah yang memadai/kondusif/ menyenangkan
|
Melakukan
·
Analisis SKL satuan pendidikan
·
Analisis kelompok mata pelajaran
Sosialisasi lebih intensif visi, misi dan tujuan
sekolah kepada seluruh warga sekolah
Melaksanakan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar
siswa yang lebih meningkat kualitasnya, yang didukung suasana belajar dan
suasana sekolah yang memadai/kondusif/ menyenangkan
|
|
2.
|
Struktur Kurikulum
|
A.
Struktur Kurikulum memuat:
1.
Pola dan susunan mapel
2.
Kebutuhan peserta didik dan satdik
3.
Alokasi waktu tatap muka
4.
Jenis mapel mulok
|
Penambahan 1 jam pelajaran untuk mapel yang di UN kan
dilakukan setelah guru mapel melakukan analisis kebutuhan (SK/KD)
|
Sekolah
menambahkan 1 jam pelajaran pada pelajaran UN dengan melakukan analisa apakah
waktu yang tersedia di mapel UN kurang dikarenakan faktor jadwal UN
Sesuai
|
Memprogramkan penambahan jam
pelajaran untuk mapel UN sesuai dengan jumlah SK KD yang dibebankan
|
|
A.
KTSP memuat
|
|
|
|
||
|
1. Mapel
|
Mata pelajaran dan alokasi
waktu berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi
|
|
|
||
|
2. Mulok
|
Memiliki program muatan lokal yang mencakup jenis
program dan strategi pelaksanaan
|
Memiliki program muatan lokal
yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan yang selalu diperbaharui
supaya lebih sempurna
|
Diperlukan penyempurnaan program muatan lokal yang
mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
|
||
|
3. Kegiatan Pengembangan Diri
|
Memiliki program pengembangan diri lokal yang mencakup
jenis program dan strategi pelaksanaan
|
Memiliki program pengembangan
diri yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan yang selalu
diperbaharui supaya lebih sempurna
|
Diperlukan penyempurnaan program pengembangan diri
yang mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan
|
||
|
4. Pengaturan Beban belajar
|
- Sistem
Paket (pemanfaatan tambahan 4 jam belajar, pemanfaatan tambahan waktu 60%
waktu tatap muka per MP untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur)
|
|
|
||
|
5. Ketuntasan belajar
|
- KKM
seluruh MP rata-rata diatas 70% dan dilengkapi dengan rencana pencapaian
kriteria ketuntasan ideal 100%.
- Dilakukan
melalui analisis Indikator, KD dan SK, dengan mempertimbangkan kemampuan
rata-rata peserta didik, kompleksitas SK/KD dan ketersediaan sumber daya
dukung.
|
KKM ada tetapi belum melalui analisis indikator ,KD,SK
dll
|
Menentukan KKM
dengan analisis Indikator,KD dan SK
pada bulan Juli 2011
|
||
|
6.
Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan
|
-
Adanya kriteria kenaikan kelas yang disesuaikan dengan
KKM yang telah ditetapkan dan karakteristik satuan pendidikan yang
bersangkutan. Adanya
kriteria kelulusan ≥ 75 %
|
Kriteria
kenaikan kelas dan kelulusan tertulis dan ditetapkan melalui rapat dewan guru
dan telah disosialisasikan ke peserta didik dan ortu
|
Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan tertulis dan
ditetapkan melalui rapat dewan guru
|
||
|
7. Kriteria penjurusan
|
- Adanya
kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM dan karateristik SMA Negeri 1
Pringgabaya
|
Adanya kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM
dan karateristik SMA Negeri 1 Pringgabaya
|
Adanya kriteria penjurusan yang disesuaikan dengan KKM
dan karateristik SMA Negeri 1 Pringgabaya
|
||
|
8. Pendidikan kecakapan hidup
|
- Ada
program (terintegrasi pada MP atau berupa Paket/Modul yang dirancang secara
khusus)
|
|
Menyusun
Paket/modul / Strategi pelaksanaannya
|
||
|
9. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
|
-
Ada program
(terintegrasi pada MP atau berupa paket/modul yang dirancang secara khusus)
-
Ada strategi
pelaksanaannya (disekolah yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan
formal/non formal lain)
|
Ada tetapi belum ada strategi pelaksanaannnya
|
Menyusun Strategi
pelaksanaannya
|
||
|
3
|
Beban Belajar
|
Beban belajar satuan
pelajaran dalam sistem paket dinyatakan dlam satuan jam pelajaran
|
Kelas X s/d kelas XII waktu stu jam tatap muka
45’ , jumlah jam per minggu 38 – 39 jam dan hari efektif per tahun ajaran 34
– 38 minggu
|
Sekolah menambah jumlah jam
tatap muka per minggu tanpa melalui analisa dan melihat beban siswa
|
Merancang jumlah jam
pelajaran per minggu tidak melebihi batas toleransi yang ditetapkan dalam pp
|
|
4
|
Penyusunan /pengembangan
silabus
|
Disusun/dikembangkan secara mandiri dengan melibatkan
seluruh guru dari sekolah yang bersangkutan
|
1. Adanya
hasil pengkajian perbedaan SK/KD pada Standar Isi dengan SK/KD pada Kurikulum
KTSP.
2. Silabus
disusun/dikembangkan melalui proses penjabaran SK/KD menjadi Indikator,
Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran dan Jenis Penilaian
3. Mencakup
seluruh mata pelajaran baik yang SK/KD nya telah disiapkan oleh Pemerintah
maupun yang disusun oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah yang
bersangkutan
|
Belum
semua silabus disusun / dikembangkan melaui proses penjabaran SK/KD menjadi
Indikator,materi pembelajara
|
Menyusun
/ menyempurnakan silabus
|
|
5
|
Kalender Pendidikan
|
1.
Minggu efektif belajar
2.
Jeda tengah semester
3.
Jeda antar semester
4.
Libur akhir tahun pelajaran
5.
Hari libur keagamaan
6.
Hari libur umum/nasional
7.
Hari libur khusus
8.
Kegiatan khusus sekolah
|
1 Adanya
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh setiap Guru
(paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indikator
atau beberapa indikator untuk satu kali
pertemuan atau lebih).
.2 Substansi RPP
sekurang-kurangnya berisi tentang: Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran,
Metode pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian Hasil Belajar
3 Pengembangan
bahan ajar dalam bentuk:
-
Cetakan
(modul, Hand out, LKS, dll)
-
Bahan
ajar berbasis TIK
|
Hari efektif menjadi
berkurang adanya program-program insidental baik dari kegiatan intern sekolah
ataupun dari kegiatan yang diadakan oleh pemerintah daerah
|
|
2.
ANALISIS STANDAR PROSES
2.1
Proses Perencanaan
|
No
|
Kompopnen
|
Kondisi
Ideal
|
Kondisi
Riil
|
Tindak
lanjut
|
|
|
1.Silabus
2.RPP
|
Pada Silabus harus memuat:
1. Identitas mata pelajaran ,SK KD, Kegiatan Pembelajaran, Indikator
ketercapaian, Penilaian, Alokasi Waktu, Sumber/Bahan/Alat.
2. Penyusunan silabus berdasarakan hasil pemetaan Standar Isi.
1. RPP memuat: Identitas MP, SK,
KD Indiator Pencapaian, tujuan ,Alokasi Waktu , Metode Pembelajaran, Kegiatan
Pembelajaran, Penilaian belajar, dan
sumber belajar.
2. Pada tahapan
kegiatan
pembelajaran terdiri dari tahapan: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup
3. Mengacu pada prinsip-prinsip
penyusunan RPP
|
-
Sebagian besar Ketercapaian Indikator pada silabus SMA N 1 Pringgaaya belum
tampak pada silabus
-
Belum melakukan analisis
SK dan KD, karena ditinjau
masih sesuai dengan kondisi sekolah
-
Banyak guru yang mengadopsi dan adaptasi silabus
yang sudah ada.
-
Sebagian besar
guru menyususn RPP mencantumkan penilaian proses,
kognitif, pskikomotor dan penilaian afektif.
Banyak guru mengajar tidak sesuai dengan waktu yang tercantum dalam
RPP misalnya; pretes dalam waktu 10 menit guru menggunakan hanya dalam waktu
5 menit
|
-
- Guru harus membuat analisis tentang indikator
ketercapaian pada masing-masing mata pelajaran.
-
Setiap guru harus melakukan analisis SK, KD, untuk
menyakinkan bahwa SK, KD yang kita kerjakan masih sesuai atau falid
-
Seharusnya silabus dibuat sendiri (kreativitas guru)
yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dengan karakteristik mata pelajaran
.
Setiap pembuatan RPP harus diikuti penilaian proses,
kognitif, psikomotor dan penilaian afektif selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung.
Guru harus membawa RPP kedalam kelas dan
melakukuansesuai dengan waktu yang tercantum di RPP
|
2.2
Proses Pelaksanaan Pembelajaran
|
No
|
Kompopnen
|
Kondisi
Ideal
|
Kondisi
Riil
|
Tindak
lanjut
|
|
|
2.1.Persyaratan
Pelaksanaan
-
Rombongan
Belajar
2.2.Pelaksanaan
Pembelajaran
|
-
Jumlah
maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah 32 peserta didik
-Kegiatan
Pembalajaran
-Pendahuluan
Penyampaian tujuan
Motivasi
-Kegiatan
Inti
Eksplorasi
Elaborasi
Konfirmasi
-Penutup
|
-
Jumlah peserta didik perrombongan di SMA N 1 Pringgabaya
37 orang,.
-
Kegiatan Pembelajaran
kondisi riil standart minimal 39 jam belum mencukupi kebutuhan siswa
-
Ada beberapa mata
pelajaran yang melakukan kolaborasi dan elaborasi
|
-
Seharusnya
setiap rombel 32 orang.
-
Jam
belajar siswa ditambah atau dikembangkan menjadi 45 jam utamanya mata
pelajaran UNAS.
-
Perlu
peningkatan motivasi belajar lebih
khususnya Jurusan IPS, bahwa semua jurusan statusnya sama
|
2.3
Proses Penilaian
|
No
|
Kompopnen
|
Kondisi
Ideal
|
Kondisi
Riil
|
Tindak
lanjut
|
|
3
|
3.1Pelaksanaan
Penilaian
|
Penilaian dilakukan oleh guru
terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi
peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan
hasil belajar,dan memperbaiki proses pembelajaran
|
Penilaian hasil belajar sesuai
dengan KKM masing-masing mata pelajaran. Jika tidak sesuai harus melakukan
Remidi
|
-
Setiap
guru membuat penilaian dan siswa dianggap tidak lulus apabila kurang dari KKM
, Bagi siswa yang sudah tuntas atau lulus wajib mengikuti pengayaan.
-
Masing-masing
guru mata pelajaran wajib membuat KKM sesuai dengan kemampuan yang intek,
materi esensial,daya dukung
|
3. STANDAR
PENGELOLAAN
Analisis Kepemimpinan Sekolah ( pemgelolaan)
ANALISIS KEPEMIMPINAN SEKOLAH
Nama Sekolah : SMAN 1 PRINGGABAYA Tahun Analisis : 2012-2013
NSS :
301230309027 Alamat
Sekolah : Jl.Raya Lab. Lombok
Pringgabaya,Lombok Timur. NTB
Nama Kepala Sekolah : Drs. Muh.Husein.
Nama-nama Wakasek: 1. Muhammad
Taufik, S.Si (Wakasek Bidang
Kurikulum)
2. Muhammad Subandi, S.Pd (Wakasek Bidang Kesiswaan)
3. Lalu
Badri, S.Pd. ( Wakasek
Bidang Sarana Prasarana)
4.
Drs. Lalu Marjan Nur (Wakasek
Humas)
|
|
No
|
Kriteria Setiap
Komponen
|
Kesesuaian
dengan Kriteria
|
Analisis
Penyesuain/Pemenuhan
|
Alokasi
Program
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
1
|
2
|
|||
|
I
|
KEPALA SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Kualifikasi minimal
|
√
|
|
|
√
|
|
|
|
2.
Usia Maksimal
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3.
Pengalaman mengajar minimal
|
√
|
|
Pengalaman
mengajar lebih dari 20 tahun
|
|
|
|
No
|
Kriteria Setiap
Komponen
|
Kesesuaian
dengan Kriteria
|
Analisis
Penyesuain/Pemenuhan
|
Alokasi
Program
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
1
|
2
|
|||
|
|
4.
Status guru (Guru SMA)
|
√
|
|
|
|
|
|
|
6.
Kepemilikan sertifikat pendidik
|
√
|
|
|
|
|
|
|
7.
Kepemilikan sertifikat kepsek
|
|
√
|
Berdasarkan SK dari dinas Dikpora Kabupaten Lombok
Timur
|
|
|
|
|
8.
Kopetensi kepribadian
|
√
|
|
|
|
|
|
|
9.
Kompetensi manajerial
|
√
|
|
|
|
|
|
|
10.Komptetensi
kewirausahaan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
11.Kopetensi
supervise
|
√
|
|
|
|
|
|
|
12.Kompetensi
sosial
|
√
|
|
|
|
|
|
II
|
WAKIL KEPALA
SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Jumlah Minimal
|
√
|
|
Disesuaikan
dengan kebutuhan sekolah
|
|
|
|
|
2.
Kriteria pengangkatan wakasek
|
√
|
|
Dipilih
scr aklamasi dalam rapat
|
|
|
|
|
3. Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki
|
|
|
|
|
|
|
|
Wakasek
Bidang Kurikulum
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Kemampuan memimpin
|
√
|
|
|
|
|
|
|
b.
Kepemilikan ketrampilan teknis
|
√
|
|
|
|
|
|
|
c. Kemitraan dan kerja sama
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Wakasek Bidang Kesiswaan
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Kemampuan memimpin
|
√
|
|
|
|
|
|
|
b.
Kepemilikan ketrampilan teknis
|
√
|
|
|
|
|
|
|
c. Kemitraan dan kerja sama
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Wakasek Bid. Sarana Prasarana
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Kemampuan memimpin
|
√
|
|
|
|
|
|
|
b.
Kepemilikan ketrampilan teknis
|
√
|
|
|
|
|
|
|
c. Kemitraan dan kerja sama
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Wakasek Bidang Humas
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Kemampuan memimpin
|
√
|
|
|
|
|
|
|
b.
Kepemilikan ketrampilan teknis
|
√
|
|
|
|
|
|
|
c. Kemitraan dan kerja sama
|
√
|
|
|
|
|
ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Nama Sekolah : SMAN 1 PRINGGABAYA Tahun Analisis : 2012
NSS :
301230309027 Alamat
Sekolah : Jl.Raya Lab. Lombok
Pringgabaya,Lombok Timur. NTB
|
|
No
|
Kriteria / Indikator
|
Kesesuaian
dengan Kriteria
|
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
|
Alokasi
Program
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
|
|
|||
|
1
|
Kepemilikan
sistem informasi manajemen yang mendukung admnistrasi pendidikan di sekolah
|
√
|
|
|
|
|
|
2
|
Pengelolaan
sistem informasi manajemen yang efesien, efektif dan akuntabel
|
|
√
|
Belum
berjalan secara efisien, efektif dan akuntabel karena SDM yang ada belum bisa
berfungsi secara optimal. Solusi perlu pengadaan tenaga khusus yang kompeten
di bidang tersebut.
|
√
|
|
|
3
|
Penyediaan
fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudan diakses
|
√
|
|
|
|
|
|
4
|
Pelaporan
data informasi secara berkala dan berkesinambungan
|
|
√
|
Pelaporan
data sudah dilaksanakan tapi tidak kontinyu karena keterbatasan SDM dan
kurang control. Solusi ada penangungjawab khusus yang mengontrol pelaporan
data dan tenaga operasional.
|
√
|
|
|
5
|
Efektifitas
dan efesiensi komunikasi antar warga sekolah di lingkungan sekolah
|
√
|
|
|
|
|
ANALISIS PERENCANAAN SEKOLAH
Nama Sekolah : SMAN 1 PRINGGABAYA. Tahun Analisis : 2012
NSS :
301230309027 Alamat
Sekolah : Jl.Raya Lab.
Lombok Pringgabaya,Lombok Timur. NTB
|
|
No
|
Kriteria Setiap Komponen
|
Kesesuaian
dengan Kriteria
|
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
|
Alokasi
Program
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
|
|
|||
|
I
|
VISI SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Mengacu pada visi,misi dan tujuan pendidikan
nasional
|
√
|
|
|
√
|
√
|
|
|
2. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita tinggi
sekolah
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3.
Beorientasi ke masa depan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
Mempertimbangkan potensi dan kondisi sekolah serta lingkungan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
5.
Membuat rumusannya mudah difahami,jelas dan tidak multi tafsir
|
√
|
|
|
|
|
|
II
|
MISI SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Memberi arah dalam mewujudkan visi sekolah
|
√
|
|
|
|
|
|
|
2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu
tertentu
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3. Menekanakan pada kualitas layanan peserta didik dan
mutu lulusan
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan
dengan program sekolah
|
√
|
|
|
|
|
|
|
5.
Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan sehingga dapat ditinjau
secara berkala
|
√
|
|
|
|
|
|
No
|
Kriteria Setiap Komponen
|
Kesesuaian
dengan Kriteria
|
Analisis Penyesuain/Pemenuhan
|
Alokasi
Program
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
1
|
2
|
|||
|
III
|
TUJUAN SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Mengacu pada visi dan misi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
2.
Menggambarkan tingkat kualitas yang dapat dalam jangka menengah (empat
tahunan)
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3. Mengacuh pada Standar Kompetensi Lulusan SMA
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
Rumusannya dapat diukur ketercapaiannya
|
√
|
|
|
|
|
|
IV
|
RENCANA
KERJA SEKOLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Adanya rencana kerja jangka menengah untuk mendukung pencapaian tujuan jangka
empat tahunan
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
2. Rumusan rencana kerja jangka menengah dapat diukur
ketercapaiannya
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
3.
Adanya rencana kerja tahunan dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah (RKA-S)
|
√
|
|
|
√
|
|
|
|
4. Rumusan rencana kerja tahunan dapat diukur
ketercapaiannya
|
√
|
|
|
√
|
|
4. HASIL ANALISIS STANDAR PENILAIAN
|
NO
|
KOMPONEN
|
KONDISI
IDEAL
|
KONDISI
RIIL
|
KESENJANGAN
|
RENCANA
TINDAK LANJUT
|
|
1
|
Prinsip
penilaian
|
|
Prinsip
penilaian terbuka dan akuntabel belum sepenuhnya dilaksanakan oleh guru
|
Prinsip
penilaian tersebut belum dipahami sepenuhnya oleh sebagaian kecil guru
|
Mengadakan
pelatihan sistim penilaian secara khusus
|
|
2
|
Teknik
dan Instrument Penilaian
|
|
Tidak semua penilian menggunakan tehnik tes yg sesuai
Semua intrumen penilaian sudah sesuai dengan
persyaratasubstansi, konstruksi dan penggunaan bahasa
|
Tidak semua guru memahami tehnik tes yg sesuai dengan
kompetensi yg ingin dicapai
|
Mengadakan
pelatihan sistim penilaian secara khusus
|
|
3
|
Mekanisme
dan Prosedur Penilaian
|
Keikutsertaan
dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat yang ditandatangani Pembina kegiatan
dan kepala sekolah
|
Saat
penyusunan silabus tidak semua RPP mencantumkan strategi penilaian
MID,
UAS dan UKK dikoordinasi satuan pendidikan
Ujian
sekolah dilaksanakan sesuai dng langkah-langkah yg ditentukan
Penilaian
akhlak mulia sudah sesuai dng ketentuan
Penilaian
kepribadian belum maximal dilaksananakan
Penilaian
pelajaran muatan lokal sama dng pelajaran lain
Kegiatan
pengembangan diri belum ada surat
tanda bukti ikut sertanya siswa
Hasil
ulangan harian selalu dibagikan kepada siswa sebelum ulangan berikutnya
Diskripsi
pencapaian belum sesuai dengan ketentuan
|
Guru
kurang memahami penyusunan silabus harus mencantumkan strategi penilaian
Belum
ada format dan cara penilaian yg mudah dan akurat dng tenaga guru yang
terbatas
Masih
mencari model termudah untuk memantau siswa yang ikut pengembangan diri
Sebagian
besar guru belum memahami pentinnya diskripsi bagi siswa dan orang tua murid
|
Mengadakan
pelatihan khusus
Pelatihan khusus cara penilaian kepribadian untuk
guru-guru yang relevan
Workshop terbatas khusus guru yg menangani program
pengembangan diri
Diadakan workshop penilaian terutama tentang pentingnya
diskripsi
|
|
4
|
Penilaian
Oleh Pendidik
|
|
SK/KD dalam silabus di informasikan namun rancangan
penilaian dan kriteria belum Sampaikan
Pengembangan indicator pencapaian KD
Test pengamatan belum maximal
Hasil penilian telah di olah dengan baik
Hasil pekerjaan sudah dikembalikan kepada siswa namun
belum disertai komentar
Penilian telah dijadikan bahan perbaikan pembelajaran
Diskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi yg utuh
belum dilaksanakan oleh sebagian besar guru
|
Guru hanya mengetahui yg di informasikian SK dan KD
Guru belum menggunakan test pengamatan karena dianggap
tidak penting
Guru belum memahami pentingnya komentar yang motivasi
anak didik
Sekolah membuat program diskripsi yang dipakai oleh
guru
|
Diadakan rapat koordinasi untuk menyepakati
penginformasian rancangan dan kriteria penilan di awal semester
Perlunya rapat koordinasi untuk mendalami bentuk-bentuk
test
Disampaikan pada rapat koordinasi tentang pentingnya
komentar pada hasil ulangan
Rapat koordinasi untuk semua guru terkait pentingnya
diskripsi yg menggambarkan kompetensi yang dicapai siswa
|
|
5
|
Penilaian
oleh satuan pendidikan
|
|
KKM
ditentukan dan di informasikan di awal tahun ajaran
UTS,
UAS dan UKK dikoordinasi oleh sekolah
Kriteria
nilai akhir kelompok mata pelajaran agama, akhlak mulia, kewarganegaraan dan
kepribadian telah ditentukan
Kriteria
kelulusan sekolah sudah ditentukan
85
% guru sudah mengembangkan kisi-kisi soal
Sebagian
besar guru hanya menelaah butir soal saat ujian
Perakitan
butir soal sudah dilaksanakan oleh guru
Ujian
sekolah mengacu pada POS yang berlaku
Hasil
penilaian sudah dilaporkan kepada orang tua murid sesuai program
Penentuan
kelulusan melalui rapat pleno desan guru
Hasil
belajar tingkat satuan pendidikan telah dilaporkan pada dinas pendidikan kota.
|
35 % guru mengembangkan kisi-kisi soal namun terlambat
Sebagian besar guru menganggap analisis butir soal
sangat rumit
|
Perlunya laporan tertulis kepada semua guru tentang
laporan kelengkapan administrasi pembelajaran
Workshop
pengenalan telaah butir soal yang menggunakan program
|
5.ANALISIS STANDAR SARANA DAN PRASARANA
|
NO
|
KOMPONEN
|
ASPEK
|
INDIKATOR
|
KONDISI NYATA
|
HASIL ANALISIS
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Stándar
Sarana Prasarana
|
A.
Ruang kelas
|
·
Jumlah minimum ruang kelas sama dengan jumlah rombongan belajar
·
Kapasitas maksimum ruang kelas 32 peserta didik
·
Rasio minimum luas ruang kelas 2 m2/peserta didik
·
Ruang kelas dilengkapi sarana meliputi perabot (kursi dan meja peserta
didik, kursi dan meja guru, lemari dan papan pajang), media pendidikan (papan
tulis), perlengkapan lain (tempat sampah, tempat cuci tangan, jam dinding,
soket listrik)
|
ada / sesuai
belum
ada / sesuai
Ruang kelas dilengkapi perabot
dan media pendidikan
|
ada / sesuai
belum
ada / sesuai
tempat cuci tangan diluar kelas
|
|
|
|
|
B. Ruang perpustakaan
|
· Memiliki rasio luas minimum 3
m2/peserta didik
· Tempat bermain/berolahraga
berupa ruang terbuka sebagian ditanami pohon penghijauan
· Tempat bermain/berolahraga
tidak digunakan untuk tempat parkir
· Dilengkapi dengan sarana yang
meliputi peralatan pendidikan, perlengkapan lain
|
ada /
sesuai
Jumlah dan jenis buku diperpustakaan belum sebanding
dengan kebutuhan
|
ada / sesuai
Buku panduan pendidik, buku pengayaan perlu ditambah
sesuai kebutuhan
|
Diprogram pembelian buku referensi guru dan software pada
tahun anggaran 2012
|
|
|
|
C. Laboratorium Biologi
|
· Ruang laboratorium dapat
menampung minimum 1 rombongan belajar
· Rasio minimum ruang
laboratorium 2,4 m2/peserta didik
· Ruang laboratorium dilengkapi
sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan
percobaan), media pendidikan, bahan habis pakai, perlengkapan lain
|
ada / sesuai
Luas lab. Biologi 72 m2
ada / sesuai
|
ada / sesuai
utk 40 memenuhi
rasio untuk 30 siswa
ada / sesuai
|
|
|
|
|
D. Laboratorium Fisika
|
·
Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar
·
Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik
· Ruang laboratorium dilengkapi
sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan
percobaan), media pendidikan,perlengkapan lain
|
ada /
sesuai
Luas lab. Fisika 68 m2
ada /
sesuai
ada /
sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada /
sesuai
|
|
|
|
|
E.Laboratorium Kimia
|
·
Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar
·
Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik
· Ruang laboratorium dilengkapi
sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan
percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
F.Laboratorium Komputer
|
·
Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar yang
bekerja dalam kelompok @ 2 orang
·
Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik
· Ruang laboratorium dilengkapi
sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan
percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain.
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
G. Laboratorium Bahasa
|
·
Ruang laboratorium dapat menampung minimum 1 rombongan belajar yang
bekerja dalam kelompok @ 2 orang
·
Rasio minimum ruang laboratorium 2,4 m2/peserta didik
· Ruang laboratorium dilengkapi
sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan (alat peraga, alat dan bahan
percobaan), media pendidikan, perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
Audio Visual trobel
|
ada /
sesuai
ada /
sesuai
Ada Audio visual tapi ada
gangguan suara atau pada beberapa sound
|
|
|
|
|
H. Ruang Pimpinan
|
·
Luas minimum 12 m2 dan lebar minimum 3 m
·
Mudah diakses oleh guru dan tamu sekolah
· Ruang pimpinan dilengkapi sarana
meliputi perabot, dan perlengkapan
lain.
|
ada /
sesuai
ada / sesuai
ada /
sesuai
|
ada /
sesuai
ada / sesuai
ada /
sesuai
|
|
|
|
|
I.
Ruang guru
|
·
Rasio minimum luas ruang 4 m2/pendidik, luas minimum 72 m2
·
Mudah dicapai dari halaman sekolah atau dari luar lingkungan sekolah dan
dekat dengan ruang pimpinan
· Ruang guru dilengkapi sarana meliputi
perabot, dan perlengkapan lain
|
Luas ruang guru 108 m2
ada / sesuai
ada / sesuai
|
Luas ruang guru 180 m2
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
J. Ruang tata usaha
|
·
Rasio minimum luas ruang 4 m2/petugas dan luas minimum 16 m2
·
Mudah dicapai dari halaman sekolah atau dari luar lingkungan sekolah dan
dekat dengan ruang pimpinan
· Ruang tata usaha dilengkapi sarana meliputi
perabot, dan perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
K.Tempat beribadah
|
·
Luas minimum 12 m2
· Tempat ibadah dilengkapi sarana
meliputi perabot, dan perlengkapan
lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
L. Ruang Konseling
|
·
Luas minimum 9 m2
·
Ruang koseling dapat memberikan kenyamanan suasana dan menjamin privasi
peserta didik
· Ruang dilengkapi sarana meliputi perabot,
peralatan konseling dan perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
M.Ruang
UKS
|
·
Luas minimum 12 m2
· Ruang dilengkapi sarana meliputi perabot,
dan perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
N.Ruang organisasi kesiswaan
|
·
Luas minimum 9 m2
· Ruang dilengkapi sarana perabot
|
ada / sesuai
|
ada / sesuai
|
program 2011-2012
|
|
|
|
O.Jamban
|
·
Minimum jamban setiap sekolah 3 unit untuk siswa dan guru
· Luas minimum 2 m2/jamban
|
ada / sesuai
|
ada / sesuai
|
|
|
|
|
P.Gudang
|
·
Luas minimum 21 m2
· Gudang dilengkapi sarana perabot
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
|
|
|
Q.Ruang sirkulasi
|
· Tersedia ruang sirkulasi
sebagai tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah dan sebagai
tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial peserta didik di
luar jam pelajaran
|
ada / sesuai
|
ada / sesuai
|
|
|
|
|
R.Ruang bermain/ berolahraga
|
·
Memiliki rasio luas minimum 3 m2/peserta didik
·
Tempat bermain/berolahraga berupa ruang terbuka sebagian ditanami pohon
penghijauan
· Tempat bermain/berolahraga tidak
digunakan untuk tempat parkir Dilengkapi dengan sarana yang meliputi
peralatan pendidikan, perlengkapan lain
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
ada / sesuai
ada / sesuai
ada / sesuai
|
|
HASIL ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN INTERNAL SATUAN
PENDIDIKAN
Nama Sekolah :
SMA Negeri 1 Pringgabaya
Alamat Sekolah :
Jl. Raya Labuhan Lombok,Pringgabaya, Lotim.NTB
Tahun
Pelajaran : 2012 – 2013
|
NO
|
KOMPONEN
|
KONDISI IDEAL
|
KONDISI RIIL
|
KESENJANGAN
|
RENCANA TINDAK LANJUT
|
|
|
KEKUATAN
|
KELEMAHAN
|
|||||
|
1.
|
Peserta
Didik
|
1.
Danun rata-rata 9,5 murni.
2.
Siswa memiliki TOEFL minimal 450.
3. Memiliki prestasi/bakat non-akademis.
|
·
Danun rata-rata lebih dari 9,5.
·
TOEFL siswa rata-rata 400.
·
Selain memiliki danun yang tinggi
siswa yang memiliki prestasi
non-akademis.
|
·
Nilai danun siswa
belum tentu murni.
·
Belum seluruh
siswa berkemampuan conversation dengan baik.
·
Siswa yang memiliki prestasi
non-akademis < 50%.
|
· Kemampuan
akademis masih belum berstandar.
· Selain
prestasi akademis juga diperlukan prestasi non-akademis.
· Siswa belum banyak berminat dalam kegiatan akademis
|
· Sekolah melakukan tes matrikulasi untuk melakukan
pemetaan kemampuan akademis siswa yang sebenarnya.
· Diprogramkan agar siswa selalu berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris pada kelas bahasa inggris.
· Pembinaan intensif terhadap bakat-bakat non-akademis
siswa dan akademis.
|
|
2.
|
Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
|
1.
Guru-guru memiliki kompetensi :
a.
Paedagogik
b.
Kepribadian
c.
Sosial
d.
Profesional
2.
Tenaga Kependidikan berkompetensi :
a.
Sarjana/DIII.
b.
Bidang administrasi.
c.
Komputer.
d.
Bahasa Inggris.
e.
Perpajakan
3. Kemampuan berbahasa inggris dengan TOFL minimal 450
|
·
Seluruh guru
berkelayakan mengajar sesuai dengan kualifikasi akademiknya.
·
Dari 45 orang guru PNS, sudah
bersertifikat sertifikasi guru 20 orang (2011).
· Tenaga
kependidikan yang sudah lulus S-1 = 2 orang.
· Tenaga
kependidikan berstatus PNS = 4 orang dan mampu dalam administrasi dan
computer.
· Kemauan
/ keinginan bapak ibu guru untuk belajar bahasa inggris sangat tinggi
|
·
Belum seluruh guru lulus S-2.
·
Belum seluruh guru mampu berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris.
· Masih
ada tenaga kependidikan yang belum berkualifikasi DIII/S-1.
· Pengetahuan tentang perpajakan belum memadai.
· Kemampuan dalam persuratan dan computer belum memadai.
·
|
· diperlukan guru-guru yang mampu menggunakan.TI dalam
melaksanakan pembelajaran namun kondisi itu belum semua mampu dilaksanakan
· Tenaga kependidikan dituntut mampu menguasai persuratan
dinas dan perpajakan dan computer.
· Kemampuan
membuat surat
dinas dan penguasaan computer belum memadahi.
|
· Mengajukan
guru-guru yang belum tersertifikasi ke DinasPendidikan sesuai dengan
kuotanya.
· Mengadakan diklat bahasa, computer. Inggris
· Memotivasi atau mendorong guru-guru untuk kuliah ke
S-2.
· Perlu
diselenggarakan diklat perpajakan, bahasa Inggris, computer dan pelayanan
public secara periodik.
|
|
3.
|
Sarana
dan Prasarana
|
1.
Sarana dan prasarana di sekolah mampu
memenuhi kebutuhan pembelajaran :
a.
Di kelas.
b.
Di laboraturium.
c.
Di lapangan olah raga.
d.
Di perpustakaan.
e.
Ekstrakurikuler.
2.
Mampu memenuhi kebutuhan guru untuk di
ruang guru maupun di kelas.
|
· Sarana
pembelajaran untuk olah raga, lab computer, lab bahasa dan perpustakaan sudah
memadai.
· Tersedia
sarana pembelajaran untuk guru berupa computer, LCD, OHP, perustakaan, dsb.
|
· Masih
ada sarana dan prasarana yang belum berfungsi secara optimal, terutama
computer dan LCD di kelas-kelas.
|
·
Sarana dan prasarana sudah memadai,
namun diperlukan perawatan yang rutin sehingga semua bias berfungsi secara
optimal.
|
·
Diprogramkan perawatan/maintenance
secara rutin terutama untuk barang elektronik, agar berfungsi secara
maksimal.
|
|
4.
|
Pembiayaan
|
1.
Terpenuhinya semua kebutuhan kegiatan
:
a.
Kurikulum
b.
Kesiswaan
c.
Humas
d.
Sarana prasarana belajar
e.
Perpustakaan
f.
UKS
g.
Laboratorium
2. Mampu memenuhi
pemeliharaan rutin dalam rangaka piningkatan mutu pendidikan
|
·
60 % wali murid
termasuk orang tua yang mampu
·
60 % wali murid
termasuk orang tua yang mampu
|
· Tidak semua
orang tua yang mampu mau membantu program sekolah
· Tidak semua orang tua yang mampu mau membantu program
sekolah
|
· Adanya
aturan bahwa sekolah gratis
· Adanya
aturan sekolah gratis
|
· Bekerja
sama dengan pihak ke dua ( donator ) untuk membiayai semua kegiatan siswa dan
guru
· Mengajukan
proposal ke Dinas Pendidikan Kota untuk penambahan dana kegiatan sekolah
· Mengajukan
proposal ke Dinas Pendidikan Kota untuk penambahan dana kegiatan sekolah
|
HASIL ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL SATUAN
PENDIDIKAN
Nama Sekolah :
SMA Negeri 1 Pringgabaya
Alamat Sekolah : Jl.
Raya Labuhan Lombok,Pringgabaya, Lotim.NTB
Tahun
Pelajaran : 2012 – 2013
|
NO
|
KOMPONEN
|
KONDISI IDEAL
|
KONDISI RIIL
|
KESENJANGAN
|
RENCANA TINDAK LANJUT
|
|
|
PELUANG
|
TANTANGAN
|
|||||
|
1.
|
Komite
Sekolah
|
Komite
Sekolah berperan sebagai :
1.
Pemberi pertimbangan
2.
Pendukung financial dan pemikiran
3.
Pengontrol transparansi dan
akuntabilitas
4. Mediator antara pemerintah dan masyarakat.
Fungsi
komite sekolah :
1.
Komitmen mutu pendidikan
2.
Melakukan kerja sama
3.
Menampung aspirasi
4.
Memberikan masukan dan rekomendasi
5.
Mendorong partisipasi
6.
Menggalang dana
7.
Melakukan evaluasi
|
·
Komite sekolah memiliki potensi
sebagai nara
sumber dalam peningkatan mutu sekolah.
Komite
sekolah memiliki potensi membantu sekolah dalam pemenuhan sarpras yang
dibutuhkan dengan menggalang dana dari masyarakat.
|
·
Komite sekolah
yang ada, belum berperan sebagaimana mestinya.
·
Isu dan peraturan daerah tentang
kebijakan pendidikan gratis.
|
·
Komite sekolah belum berperan sesuai
dengan peran dan fungsinya.
·
Sekolah butuh dana dan komite sekolah
dapat menggalang dana masyarakat namun kebijakan daerah mengharapkan yang
berbeda.
|
·
Mengundang unsur komite sekolah yang
berpotensi sebagai nara
sumber dalam peningkatan mutu sekolah, Juli 2011, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum.
Mengundang
unsur komite sekolah yang berpotensi sebagai nara sumber dalam peningkatan mutu sekolah,
dan orang tua siswa
|
|
2.
|
Dinas
Pendidikan
|
Dinas
pendidikan berperan sebagai :
1.
Pemberi pertimbangan
2.
Pendukung finansial dan pemikiran
3.
Pengontrol transparansi dan
akuntabilitas
4. Mediator antara pemerintah dan masyarakat.
Fungsi
Dinas Pendidikan :
4.
Komitmen mutu pendidikan
5.
Melakukan kerja sama
6.
Menampung aspirasi
7.
Memberikan masukan dan rekomendasi
8.
Mendorong partisipasi
9.
Melakukan monitoring dan evaluasi
|
·
Dinas Pendidikan memiliki potensi
sebagai mediator antara masyarakat, instansi dan pemerintah kota.
·
Peningkatan
kualitas sekolah dalam hal:
-
pendanaan
-
akreditasi
-
sarana dan prasarana
-
SDM
|
·
Dinas Pendidikan,
sudah berperan namun belum optimal
·
Tuntutan masyarakat tentang sekolah
gratis.
·
Sekolah yang diperhatikan oleh Dinas
Pendidikan terlalu banyak.
|
·
Dinas Pendidikan, belum berperan
secara optimal mengingat banyaknya sekolah yang harus dipenuhi kebutuhannya.
|
·
Berkoordinasi dengan Pemerintah Kota
untuk lebih memperhatikan kualitas pendidikan dengan cara mengajukan
peningkatan anggaran pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
|
|
3.
|
Asosiasi
Profesi (PGRI)
|
Asosiasi
Profesi (PGRI) berperan sebagai :
1.
Pemberi pertimbangan
2.
Pendukung pemikiran
3.
Pengontrol transparansi dan
akuntabilitas terhadap kebijakan pemerintah tentang pendidikan
4. Mediator antara pemerintah, masyarakat dan sekolah.
5. Bantuan advokasi kepada guru dan sekolah.
Fungsi
Dinas Pendidikan :
3.
Komitmen mutu pendidikan
4.
Melakukan kerja sama
5.
Menampung aspirasi
6.
Memberikan masukan dan rekomendasi
7.
Mendorong partisipasi
8.
Melakukan monitoring dan evaluasi
|
·
Asosiasi Profesi (PGRI) memiliki
potensi sebagai pengontrol kebijakan pemerintah kota tentang pendidikan.
·
Pemberian bantuan advokasi kepada guru
dan sekolah.
|
·
Asosiasi Profesi (PGRI) belum
berperanan secara optimal.
|
·
Asosiasi Profesi (PGRI) harus
menangani jumlah sekolah yang tidak sebanding dengan tenaganya.
|
·
Lebih meningkatkan koordinasi dengan
sekolah, pemerintah dan masyarakat agar tercipta kualitas pendidikan yang
telah dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.
|
|
4.
|
Dunia Industri dan Dunia Usaha
|
Dunia Industri dan Dunia Usaha berperan sebagai :
1. Pemberi sarana pembelajaran secara riil bagi siswa
tentang dunia usaha dan dunia industri.
Fungsi
Dinas Pendidikan :
1.
Membantu sekolah memberikan contoh
riil kepada siswa tentang life skill.
|
·
Dunia industri
dan dunia usaha memiliki potensi sebagai tempat proses pembelajaran.
·
Peluang karir ke
bidang dunia usaha dan dunia industry.
|
·
Dunia industri
dan dunia usaha yang ada, belum membantu sepenuhnya pada pembelajaran di
sekolah.
|
· Belum terjadi kesamaan antara yang diterima di sekolah
dengan yang dilaksanakan di dunia industri dan dunia usaha.
|
·
Dunia industri
dan dunia usaha dan sekolah perlu meningkatkan kerja sama, misalnya dalam hal
kurikulum (muatan lokal).
|
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari analisis konteks ini dapat diketahui
kekurangan sekolah dalam pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Mengacu pada
hasil analisis tersebut, disusunlah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
tahun 2012-2013 yang merupakan penyempurnaan KTSP tahun sebelumnya.
B.
REKOMENDASI
Kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Propinsi Nusa
Tenggara Barat mohon memberikan
pengesahan penggunaan KTSP SMA Negeri 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012 - 2013.
Bisa Minta filenya dalam bentuk MS. Word gak gan.. mohon kerim ke mone.bima@gmail.com. trimaksih sebelumnya
BalasPadamBoleh minta file dalam bentuk MS Word atau exel lewat email djokots.delanggu@gmail.com, Gan? Mksh.
BalasPadamIzin copas mas
BalasPadamMohon izin copas ...
BalasPadamterimakasih, semoga menjadi amal dan ilmu yang bermanfaat
BalasPadamizin copas
BalasPadamMhon krm lwt email ni
BalasPadambisa minta filex gan
BalasPadamsman1matangnga@gmail.com :)
Padamterima kasih.
BalasPadamIzin Copas ya Gan
BalasPadamTerimakasih, untuk ilmu yang telah dibagikan, klu boleh kirim lewat email ini.
BalasPadam